Semangat Beramal dengan Meyakini Hari Akhir

   

Membuka Relung Hati


Perlukah bukti tentang adanya hari akhir? Sebagian orang berlogika bahwa yang terbaik di antara  mereka  adalah  yang memiliki kehendak dan kebebasan memilih. Kemudian yang termulia dari kelompok ini adalah  yang mampu  melihat  jauh ke depan, serta mempertimbangkan dampak  kehendak dan pilihan-pilihannya.

Dari sini pula jiwa manusia memulai pertanyaan-pertanyaan baru. Sudahkah  manusia  melihat dan merasakan akibat perbuatan-perbuatan mereka yang didasarkan  oleh kehendak dan pilihan-pilihan mereka itu?

Bagi orang-orang yang beriman kepada hari akhir, setiap perbuatan akan ada balasannya sehingga ia akan mengisi  kegiatan  hidupnya  di dunia  dengan kegiatan yang baik dan bermanfaat, baik bagi dirinya maupun orang lain. Karena mereka percaya bahwa apa yang telah diperbuatnya akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah di akhirat kelak.

Banyak ayat-ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang hal tersebut di atas, antara lain Q.S Taha/20:15 yang artinya “Sesungguhnya as-sa'ah (hari kiamat) akan datang. Aku dengan sengaja merahasiakan (waktu)-nya. Agar setiap jiwa diberi balasan (dan ganjaran) sesuai hasil usahanya”. (Q.S Taha/20:15). Oleh karena itu, kita harus mulai dari sekarang untuk selalu berbuat baik dan menjauhi kemaksiatan.

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَتْ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ

(Dan ingatlah pula sebuah hadits riwayat) dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, bahwa beliau mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَاصِي فِي أُمَّتِي ، عَمَّهُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ . فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَمَا فِيهِمْ يَوْمَئِذٍ أُنَاسٌ صَالِحُونَ ؟ قَالَ : بَلَى . قَالَتْ : فَكَيْفَ يَصْنَعُ أُولَئِكَ ؟ قَالَ : يُصِيبُهُمْ مَا أَصَابَ النَّاسَ ، ثُمَّ يَصِيرُونَ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ

Artinya: “Apabila perbuatan maksiat dilakukan secara terang-terangan pada umatku, maka Allah akan menimpakan adzab-Nya secara merata.” Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah di antara mereka saat itu ada orang-orang sholih? Beliau bersabda, “Benar.” Ummu Salamah kembali bertanya, “Lalu apa yang akan diterima oleh orang-orang sholih ini? Beliau menjawab, “Mereka merasakan musibah sebagaimana yang dirasakan para manusia (yang bermaksiat secara terang-terangan, tetapi) kemudian mereka menuju ampunan Allah dan ridha-Nya.” (HR. Ahmad 6:304).

Rasulullah ﷺ bersabda;  “Kalian harus mewaspadai dosa-dosa kecil, kelak ia akan menumpuk dan membinasakan kalian” (H.R. Ahmad).

Anas bin Malik berkata: ”Kalian telah banyak melakukan dosa kecil, yang di masa Rasulullah itu merupakan dosa besar yang bisa mengahancurkan.”

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Q.S. an-Nur/24:15:

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ

Artinya: "(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.”

Bila ini terjadi dua puluh tahun  sepeninggal Rasulullah bagaimana dengan lima belas abad sesudahnya atau saat sekarang ini?

Oleh karena itu kita harus melakukan perubahan pada diri kita masing-masing karena pertolongan tidak datang begitu  saja dari langit. Inilah hukum yang telah Allah tetapkan kepada setiap manusia dan merupakan  sunnatullah.

Makna Iman kepada Hari Akhir


Ayat-ayat yang telah kita baca di atas memuat  beberapa hal terkait dengan peristiwa  Hari Akhir. Dimulai dengan sumpah  akan  kepastian  datangnya Hari Akhir, kemudian  menjelaskan  beberapa peristiwa  yang  akan terjadi  pada  hari itu. Lebih lanjut mari kita pelajari apa hari Kiamat itu, dan peristiwa apa saja yang mengiringinya, termasuk tanda-tandanya!

Hari Akhir menurut  bahasa  artinya “Hari Penghabisan” (Q.S. al-Baqarah/2:177), juga disebut “Hari Pembalasan” (Q.S. al-Fatihah/1:4).  Adapun menurut  istilah, Hari Akhir adalah hari mulai hancurnya  alam semesta  berikut isinya dan berakhirnya kehidupan  semua  makhluk. Hari Akhir juga disebut  hari Kiamat, yaitu hari penegakan hukum Allah yang seadil-adilnya (Q.S. al-Mumtahanah/60:3).

Kebenaran akan datangnya Hari Akhir dapat kita mengkajinya melalui ayat-ayat al-Qur’an, ilmu pengetahuan, dan panca  indera. Melalui kajian akan kebenaran adanya Hari Akhir, kalian dapat menghayati akan nilai-nilai keimanan kepada Hari Akhir. Perhatikan Q.S. al-’Anbiya'/21:97.

وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِّنْ هَٰذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ

Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): "Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim".

Mari kalian pelajari bersama!
1.   Hari Akhir Menurut al-Qur’an
Hari Akhir atau  Hari Kiamat menurut  al-Qur’an dapat  dibagi menjadi  dua, yaitu sebagai berikut.

a.   Kiamat Sugra (Kecil)
Kiamat Sugra adalah peristiwa datangnya kematian bagi setiap makhluk termasuk manusia  yang bersifat lokal dan individu. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Q.S. Ali Imran/3:185:


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."

Sebelum terjadi  hari  kiamat,  mereka yang  telah  mati  mengalami proses  awal kehidupan akhirat  yang  disebut  alam  barzakh  (Q.S. ar-Rum/30:55-56). Barzakh adalah  alam yang menjadi  batas  antara  alam dunia dan alam akhirat. Pada masa itu roh manusia  sudah  menyadari akan kebenaran janji Allah Subhanahu wa Ta'ala (Q.S. al-Mu’minun/23:99-100), bahkan kepada mereka yang jahat sudah diperlihatkan adzab dan siksaannya (Q.S. al-Mu’min/40:45-46).

Peristiwa-peristiwa yang harus diimani yang akan terjadi sesudah  mati antara lain sebagai berikut:
1)  Fitnah kubur, yaitu beragam pertanyaan yang diajukan kepada orang yang  meninggal  tentang Tuhannya, agamanya,  Nabinya,  imannya, dan kiblatnya.
2)  Siksa dan  nikmat  kubur:  siksa kubur  diperuntukkan bagi  orang yang zalim, munafik, kafir, dan  musyrik (Q.S. al-An’am/6:93, Q.S. al-Mu’min/40:46,  Q.S. Fussilat/41:30,  Q.S. al-Ahqaf/46:83-89).  Sedangkan nikmat kubur diperuntukkan bagi orang yang baik amal ibadahnya di dunia” (Q.S. Ali ’Imron/3:169-170 dan Q.S. al-Baqarah/2:154).

b.   Kiamat Kubra (Besar)
Peristiwa berakhirnya seluruh kehidupan  makhluk dan hancur leburnya alam semesta  secara total dan serentak. Proses terjadinya hari kiamat tersebut dijelaskan oleh Allah  dalam  banyak  ayat, di antaranya dalam Q.S. at-Takwír/81:1-3:

 إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ ، وَإِذَا النُّجُومُ انكَدَرَتْ ، وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ

Artinya: “Apabila matahari digulung, apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan”.

Dalam Q.S. az-Zalzalah/99:1-5 dijelaskan peristiwa terjadinya kiamat dimulai  dengan  datangnya  gempa yang  sangat dahsyat.  Dalam Q.S. al-Qari’ah/101:1-5 dijelaskan keadaan  manusia bagaikan anai-anai yang  bertebaran dan  gunung-gunung  bagai  bulu  yang  dihambur-hamburkan.

Berdasarkan ayat-ayat tersebut, peristiwa kiamat merupakan  kejadian yang  sangat  hebat,  yaitu tatkala  Malaikat Israfil meniup  sangkakala. Kemudian bumi diangkat, gunung-gunung dibenturkan dan terjadilah kerusakan  hebat. Langit pecah  bergelegar, benda-benda bumi  pun bertebaran laksana kabut. Sementara  manusia akan kacau balau kebingungan hanya Allah saja yang Maha Kekal.

Aktivitas Siswa 1
a.  Carilah ayat-ayat al-Qur’an dan hadis selain yang sudah ada di artikel ini yang menjelaskan peristiwa hari kiamat!
b.  Pahami maksud  ayat-ayat  al-Qur’an dan hadis tersebut dengan bantuan buku-buku tafsir dan buku-buku hadis!
c.  Presentasikan hasil kajian kalian dalam sebuah video!

2. Hari Kiamat Menurut Ilmu Pengetahuan
a.       Menurut Geologi
Bumi terjadi  dari gas yang  berputar (chaos catastrope). Setelah  diam, gas itu menjadi  dingin, maka gas yang berat  mengendap ke bawah, dan yang ringan berada di atas. Melalui proses evolusi yang lama sekali, gas bagian  luar mengeras menjadi batu, kerikil, pasir, dan sebagainya, sedangkan bagian  tengah masih  panas.  Zat panas  bercampur lava, lahar, batu, dan  pasir panas. Bumi beredar  karena  adanya  daya tarik matahari terhadap bumi berkurang. Akibatnya bumi akan bergeser dari matahari, sehingga  putaran  bumi semakin cepat dan akan mengalami nasib seperti meteor (menyala/hancur).

b.   Menurut Teori Fisika
Letak matahari adalah 149.597.870, 7 km, jauhnya dari bumi, sinar matahari sampai ke bumi selama 8 menit 20 detik. Garis tengah matahari = 1,4 juta km dan luas permukaannya 616 × 1010 km = 622.160 km. Menurut ahli fisika energi  matahari  dipancarkan  ke angkasa  dan  sekitarnya  5,7 × 1027 kalori = 5.853,9 kalori/menit dan mampu menyala 50 milyar tahun dengan panas 15 juta derajat celcius. Kalau suatu ketika matahari tidak muncul atau cahayanya redup karena tenaga/sinarnya habis, maka tidak ada angin dan awan yang berakibat hujan  tidak  akan  turun.  Selanjutnya  gunung-gunung akan  meletus, ombak bergulung-gulung, air laut naik sehingga hancurlah bumi ini.

Aktivitas Siswa 2
1.  Temukan fenomena alam lainnya yang menguatkan bukti kebenaran hari kiamat, baik dalam bentuk video maupun gambar!
2.  Presentasikan dan jadikan video untuk mendapat tanggapan!

Periode Hari Akhir


Setelah  alam  semesta hancur secara  total dan  kehidupan semua  makhluk  Allah berakhir, maka  mulailah  manusia  menjalani tahapan kehidupan  baru dan proses menuju alam baqa’. Tahapan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

1.   Yaumul Ba’ats
Sesudah hancur dan musnahnya alam semesta termasuk manusia, terjadilah hari kebangkitan.  Hari kebangkitan adalah  proses  dibangkitkannya seluruh makhluk dari alam kubur. Firman Allah Azza Wajalla:

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوا أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Artinya: "Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." (Q.S. al-Mujdalah/58:6).

2.   Yaumul Hasyr
Yaumul Hasyr yaitu  hari berkumpulnya manusia setelah dibangkitkan dari kubur.  Kemudian semua manusia digiring ke tempat yang luas yaitu Padang Mahsyar (tempat berkumpul). Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا

Artinya: "Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka." (Q.S. al-Kahfi/18:47).

Pokok-Pokok Keimanan Pada Hari Akhir
a.  Fitnah kubur.
Setelah manusia mengakhiri kehidupannya di alam dunia ini.
b.  Kiamat dan tanda tandanya.
Peristiwa hari kiamat diawali dengan beberapa tanda yang dilukiskan al- Qur’an.
c.  Kebangkitan.
Setelah kiamat tiba saatnya manusia dibangkitkan dari kuburnya.
d.  Berkumpul.
Setelah manusia dibangkitkan lalu dihimpun di padang mahsyar guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
e.  Perhitungan.
Pada masa ini semua manusia menantikan keputusan hakim semesta alam.
f.  Shirath (Jembatan).
Setelah selesai hari perhitungan tibalah saatnya manusia diberikan balasan aktivitasnya kemudian ditentukan jalan yang harus dilalui oleh setiap manusia
g.  Surga dan Neraka.
Tempat balasan bagi manusia sesuai amal perbuatannya di dunia.

3.   Buku Catatan
Setiap manusia di alam mahsyar mempunyai  buku catatan  (kitab perjalanan hidup) yang sudah  dicatat  Malaikat Raqīb dan ‘Atīd. Kitab catatan  ini berisi semua  perbuatan dan perkataan  manusia  sewaktu  hidup  di dunia. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

Artinya: "Dan diletakkan kitab, lalu akan kamu lihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya dan mereka berkata “Wahai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak melupakan yang kecil dan tidak pula yang besar, melainkan ia mencatat  semuanya. Mereka memperoleh  di hadapan  mereka apa-apa yang telah mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak akan menganiaya seseorang pun.” (Q.S. al-Kahfi/18:49).

4.   Yaumul Hisab dan Mizan
Yaumul Hisab adalah hari ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala memperlihatkan semua amalan di akhirat untuk dihisab. Segala dosa besar dan kecil dihitung.  Ketika amalan  mereka  dihitung,  anggota tubuh mereka  ikut menjadi saksi. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya: “Pada hari itu lidah, tangan, dan kaki masing-masing  menjadi  saksi atas perbuatan yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. an-Nur/24:24).

Tahapan selanjutnya adalah Mizan. Mizan adalah timbangan yang adil berisi kebajikan dan kejahatan  yang telah diperbuat setiap manusia. Setiap orang ditimbang amalnya dengan seadil-adilnya. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ

Artinya: "Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan." (Q.S. al-Anbiya’/21:47).

5.   As-Sirath
As-Sirath adalah  jembatan yang  terbentang di atas  neraka  menuju  surga. Mudah atau  sulitnya melewati  As-Sirath itu tergantung kepada  amal setiap manusia. Rasulullah saw. bersabda:
“Terbentanglah jembatan  (As-Sirath) itu di antara dua tepi Neraka Jahanam.” (H.R. Muslim).

6.   Yaumul Jaza’
Yaumul Jaza’ yaitu suatu hari ketika semua manusia akan menerima balasan Allah Subhanahu wa Ta'ala (Jaza’). Balasan yang diterima seseorang  sesuai dengan amalnya selama ia hidup di dunia. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ، وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ

Artinya: “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan.” (Q.S al-Najm/53:39-40).

7.   Balasan Perbuatan Baik dengan Surga
Setelah seluruh manusia dihisab dan melalui timbangan, mereka diberikan balasan  yang sesuai dengan amal perbuatannya. Pada saat  itu terbagilah manusia  menjadi  dua  golongan. Adapun  bagi  mukmin  yang  bertakwa kepada  Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti akan menerima  balasan  yang setara, yaitu berupa surga.  Surga  disediakan  Allah Subhanahu wa Ta'ala  sebagai  karunia  kepada  hamba-Nya (Perhatikan! Q.S. al-Haqqah/69:21-24), (Q.S. al-Waqi’ah/56:8-40).

8.   Balasan Perbuatan Buruk
Adapun orang yang selama hidup di dunia lebih banyak mengerjakan perbuatan jahat, maksiat, tercela, dan kafir terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala, kufur kepada ajaran  dan  nikmat  Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka  akan menerima  balasan  yang  sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya pula. Dan sebagian  kegetiran dan  kerasnya  siksaan  neraka,  digambarkan  melalui firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Q.S. al-Gasyiyah/88:4-7 yang artinya: “Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)? Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk terhina, (karena) bekerja keras lagi kepayahan, mereka memasuki api yang sangat panas (neraka), diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas. Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.”

Aktivitas Siswa 3
1.  Cermati kembali  tahapan Hari Akhir di atas. Kemudian, tulislah sebuah renungan singkat (dalam bentuk  puisi religius atau yang lain) yang memuat doa  agar  Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan kemudahan dalam  melalui  tahapan-tahapan Hari Akhir sehingga berakhir dengan surga!
2.  Bacakan hasil kerja kalian dalam bentuk rekaman video!

Hakekat Beriman kepada Hari Akhir


Iman kepada  hari akhir merupakan  rukun iman yang kelima yang harus diyakini oleh setiap  umat  Islam. Segala perbuatan yang dilakukan oleh setiap  manusia, baik maupun buruk akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Oleh sebab itu, keimanan  kepada  Hari Akhir hendaknya  dijadikan  landasan  utama  untuk menyadarkan  diri agar selalu taat kepada ajaran Allah Subhanahu wa Ta'ala

Banyak ayat dan hadis yang memerintahkan kita agar meyakini datangnya Hari Akhir, di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala pada Q.S. al-Baqarah/2:4 berikut:

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Artinya: “Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.”

Menghayati Nilai-nilai Keimanan kepada Hari Akhir


Dalam percakapan Rasulullah dengan malaikat Jibril yang panjang tentang iman, Islam, dan Ihsan, beliau bersabda (ketika ditanya tentang iman):

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ   وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ

Artinya: “Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam: “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu,” kemudian dia berkata: “Anda benar.” Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “Beritahukan aku tentang Iman.” Lalu beliau bersabda: “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk”, kemudian dia berkata: “Anda benar“.  Kemudian dia berkata lagi: “Beritahukan aku tentang ihsan.” Lalu beliau bersabda: “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau.” Kemudian dia berkata: “Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Dia berkata: “Beritahukan aku tentang tanda-tandanya,” beliau bersabda: “Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian)  berlomba-lomba meninggikan bangunannya,” kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “Tahukah engkau siapa yang bertanya?” Aku berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda: “Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian.” (Riwayat Muslim)

Catatan :
Hadits ini merupakan hadits yang sangat dalam maknanya, karena didalamnya terdapat pokok-pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Hadits ini mengandung makna yang sangat agung karena berasal dari dua makhluk Allah yang terpercaya, yaitu: Amiinussamaa’ (kepercayaan makhluk di langit/Jibril) dan Amiinul Ardh (kepercayaan makhluk di bumi/ Rasulullah). Di dalam hadits di atas disebutkan bahwa yang termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya pembangkangan terhadap kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan hambanya. (H.R. Muslim).

Adapun dalam penggalan hadis di atas, Rasulullah menyebutkan bahwa  Hari Akhir sebagai  salah satu perkara yang wajib diyakini, yang kemudian disebut rukun iman. Iman  kepada Hari  Akhir berarti percaya dengan  penuh keyakinan  bahwa kehidupan  yang kekal hanyalah di akhirat.

Aktivitas Siswa 4
1.  Carilah ayat-ayat  al-Qur’an dan  hadis selain yang sudah  ada  di artikel ini yang memuat  perintah beriman kepada Hari Akhir!
2.  Pahami  baik-baik ayat-ayat  al-Qur’an  dan  hadis-hadis  tersebut dengan bantuan berbagai buku tafsir atau buku hadis yang kalian dapatkan!
3.  Presentasikan temuan  kalian dalam bentuk sebuah video untuk ditanggapi!

 

Hikmah Iman kepada Hari Akhir dan Semangat Beribadah


Semua ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang lahir di dunia mempunyai  hikmah  karena  Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menjadikan  sesuatu  sia-sia belaka tanpa tujuan dan hikmah di dalamnya. Di bawah ini beberapa hikmah iman kepada Hari Akhir.
1.       Muncul rasa ketidak-sukaan  yang dalam kepada kemaksiatan  dan  kebejatan moral yang mengakibatkan murka Allah Subhanahu wa Ta'ala di dunia dan di akhirat.
2.       Menyejukkan dan menggembirakan hati orang-orang mukmin dengan segala kenikmatan akhirat  yang  sama  sekali tidak dirasakan di alam dunia ini.

Rasulullah bersabda: “Siapa saja yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Hari Akhir hendaknya ia menghormati tamunya, siapa saja yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Hari Akhir hendaknya ia menyambung tali silaturrahim, dan siapa saja yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaknya ia berkata yang baik atau diam” (H.R.Al-Bukhari dan Muslim).
 3.      Senantiasa  tertanam kecintaan  dan  ketaatan  terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan mengharapkan mau’nah-Nya pada hari itu.
4.   Senantiasa termotivasi untuk beramal baik dengan ikhlas.
5.   Senantiasa menghindari niat-niat yang buruk apalagi melaksanakannya;

Aktivitas Siswa 5
Pernahkah  terpikir dalam benak  kalian bahwa  peradilan  manusia  pada  hari kiamat juga memiliki kaitan erat dengan waktu. Coba kalian cermati firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Q.S. Fatir/35:37. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan  umur  dan  waktu yang cukup, dan  Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebut mereka  orang-orang yang  dzalim. Mereka yang  mendzalimi  diri sendiri  dengan  menyia-nyiakan  usia  karena  tidak  mempergunakan kesempatan dengan baik. Renungkan pula hadis berikut. Pada hari kiamat, tidak ada seorang  pun yang diperkenankan meninggalkan posisinya, kecuali setelah ditanya tentang lima perkara; umur, masa muda, harta benda, dan ilmu pengetahuan (H.R. al-Tirmidzi). Secara khusus  masa  muda  disinggung dari hadis  di atas, meskipun  sudah  termasuk  dalam  pertanyaan tentang umur, namun  mengingat pentingnya fase ini secara terpisah. (Disadur dari Revolusi Diri karya Amru Khalid).

Bagaimana  kalian menghabiskan hari-hari kalian? Apa yang kalian lakukan pada perjalanan waktu 24 jam setiap hari?
Bagaimana jawaban kalian tentang manajemen waktu? Coba beri tanggapan beserta alasannya!

 

Menerapkan Perilaku Mulia

Kaitan antara  Beriman kepada  Hari Akhir dengan Perilaku Jujur, Bertanggung Jawab, dan Adil.

Untuk memahami makna kemenangan dan kesuksesan di dunia dan akhirat, kita perlu menelusuri motif diri kita sendiri yang paling dalam. Hal-hal apakah yang mampu menggerakkan diri kita untuk melakukan hal-hal yang sangat besar, serta kemenangan apakah yang kita harapkan? Sukses itu ada yang bersifat jangka panjang dan ada yang bersifat jangka pendek. Sukses yang jangka panjang  adalah  kesuksesan  negeri  akhirat. Adapun  sukses  jangka  pendek  adalah  kesuksesan  hidup  di dunia.  Keyakinan akan  adanya  Hari Akhir membawa konsekuensi bahwa hidup di dunia bukanlah akhir dari kehidupan,  melainkan  awal dari kehidupan  yang panjang. Siapapun orangnya  pada  akhirnya akan meninggal  dunia. Sungguh  setiap  yang  berjiwa akan merasakan kematian.

Sukses yang bersifat jangka panjang adalah kesuksesan negeri akhirat, kesuksesan inilah  yang  harus  diraih  dengan jalan  melakukan  kebiasaan  efektif  dengan melakukan kegiatan-kegiatan  positif  dalam  kehidupan di  dunia,  khususnya banyak melakukan amal kebaikan sesuai dengan nilai-nilai al-Quran.

Keimanan kepada  Hari Akhir juga  memiliki keterkaitan  dengan perilaku jujur, bertanggung jawab, dan adil. Mengapa? Karena dengan memiliki keimanan yang teguh  akan adanya  Hari Akhir dan pembalasan di akhirat, akan menumbuhkan kesadaran bahwa semua perbuatan yang dikerjakan selama di dunia akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala Untuk itu, segala  sikap  dan perilaku kita harus selaras dengan tuntunan agama.  Menyadari bahwa  manusia itu  sangat kecil di hadapan kebesaran  Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga diharapkan  dapat menghilangkan  sikap takabur  atau  sombong dalam dirinya, selalu berusaha melakukan  amal  baik, bersikap jujur, dan menghindari perbuatan-perbuatan yang  bertentangan dengan norma  agama.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman  yang  artinya;  ”Sungguh, orang-orang yang  beriman  dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah Subhanahu wa Ta'ala ridla terhadap mereka dan mereka pun ridla kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.”(Q.S./98:7-8).

Jika kalian cermati ayat ini, jelas nyata bagi kita bahwa  Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan predikat makhluk yang baik dan berkualitas bagi mereka yang beriman akan hari Akhir. Selain itu, melaksanakan  kegiatannya termasuk bekerja selama  hidupnya  dengan penuh  tanggung jawab, adil, dan  jujur. Dengan  demikian,  perbuatan baiknya selama di dunia akan dibalas di akhirat dengan surga Adn.

Dengan beriman kepada Hari Akhir, akan mendorong seseorang untuk melakukan kebiasaan diri dengan akhlaktul karimah. Seperti mawas  diri, rendah  hati, peduli kepada sesama, dan  selalu berusaha  mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala Hal ini dilakukan dengan ibadah  (seperti salat) maupun dengan ibadah  sosial. Ibadah sosial, yaitu semua kegiatan  yang bermanfaat bagi sesama dan akan termotivasi untuk selalu berperilaku jujur, bertanggung jawab, dan adil.

Keyakinan akan adanya hari akhir dapat mengantarkan manusia untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif  dalam  kehidupannya.  Khususnya banyak  melakukan amal kebaikan sesuai dengan nilai-nilai al- Qur’an.
Dari pembahasan di atas, perilaku  yang  menggambarkan kesadaran  beriman kepada Hari Akhir adalah sebagai berikut ini.
1.       Menyadari bahwa  semua  perbuatan selama di dunia akan dipertanggung-jawabkan  di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Untuk itu, segala  sikap dan  perilaku kita harus selaras dengan tuntunan agama.
2.       Menyadari bahwa manusia itu sangat kecil di hadapan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga  diharapkan  dapat  menghilangkan sikap takabur  atau  sombong dalam dirinya;
3.       Selalu berusaha  melakukan amal saleh dan menghindari semua  perbuatan yang bertentangan dengan norma agama;
4.       Membiasakan diri dengan akhlakul karimah, seperti mawas diri, rendah hati, peduli kepada sesama, dan lain-lain.
5.       Selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala baik dengan melakukan ibadah  (seperti salat) maupun dengan ibadah  sosial, yaitu semua  kegiatan yang bermanfaat bagi sesama.
6.   Termotivasi untuk selalu bekerja keras dan menjauhi kemalasan.

Rangkuman
1. Hari Akhir adalah hari kiamat yang diawali dengan pemusnahan alam semesta. Semua manusia, sejak zaman dari Nabi Adam sampai terjadinya hari akhir akan  dibangkitkan untuk  mendapatkan  balasan semua amal  perbuatan mereka.
2. Iman kepada  Hari Akhir adalah  percaya  dengan penuh  keyakinan  adanya hidup yang kekal abadi di akhir kelak.
3. Setelah alam semesta hancur secara total dan kehidupan semua makhluk Allah Subhanahu wa Ta'ala berakhir, maka mulailah manusia menjalankan  tahapan kehidupan  baru dan  proses  menuju  alam baqa’. Tahapan tersebut dapat  dijelaskan sebagai berikut: Yaumul Ba’ats, Yaumul Hasyr, Buku Catatan, Yaumul Hisab, Mizan, Sirath, Yaumul Jaza’, balasan amal baik surga, dan balasan amal buruk neraka.
4. Beriman kepada  Hari Akhir akan menumbuhkan rasa tanggung jawab yaitu merasa  bahwa  hidup  di dunia ini hanya bersifat sementara saja. Cepat atau lambat  semua  manusia  pasti  akan  kembali  kepada  Allah Subhanahu wa Ta'ala dan  semua perbuatan mereka  selama  hidup  di dunia  akan dipertanggungjawabkan  di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dengan demikian, hidup yang dijalaninya akan ditempuh dengan penuh  kehati-hatian,  serta  sikap dan  perilaku yang  sesuai dengan tuntunan agama.
5. Mengimani Hari Akhir membuat manusia  sadar  bahwasanya  manusia  itu lemah  dan  hina di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kesadaran  ini diharapkan  dapat menghilangkan sikap takabur, sombong, egois, dengki, dan  penyakit  hati lainnya.

Aktivitas Siswa 6
Kerjakan soal-soal berikut dengan benar dan tepat!
1. Sebutkan beberapa perbedaan Kiamat Sugra dengan Kiamat Kubra!
2. Kapankah bumi beredar dan kapan pula hancur menurut  ilmu alam?
3. Bagaimanakah keadaan  matahari ketika terjadi peristiwa kiamat menurut Teori Fisika?
4. Jelaskan tahapan-tahapan peristiwa yang dialami manusia sebagai proses menuju alam Akhirat!
5. Jelaskan pengertian surga menurut  bahasa  dan istilah, serta sebutkan 5 (lima) macam kenikmatan dalam surga!
6. Salinlah dan terjemahkan beberapa ayat al-Qur’an yang menggambarkan siksa neraka!
7. Jelaskan fungsi dan hikmah iman kepada Hari Akhir!
8. Jelaskan pengertian neraka berikut ciri-cirinya!
9. Jelaskan bukti-bukti kebenaran adanya Hari Akhir beserta alasanmu!
10. Bagaimana menerapkan perilaku mulia sebagai  bukti keimanan  kepada Hari Akhir? Jelaskan!

Copyright ©