|
Kompetensi Dasar
|
Materi Pokok
|
Kegiatan Pembelajaran
|
|
1.1
Terbiasa membaca al-Qur’an dengan meyakini bahwa kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah) adalah perintah agama.
|
Q.S. al-Hujurat (49): 10
dan 12 serta hadits terkait perilaku kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan persaudaraan (ukhuwah)
|
Menyimak bacaan Q.S. al-Hujurat/49: 10
dan 12 serta hadits terkait.
Membaca Q.S.
al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta
hadits terkait.
Mencermati makna Q.S. al-Hujurat/49: 10
dan 12 serta hadits terkait.
Menanyakan cara membaca, hukum tajwid, asbabun nuzul, makna, dan pesan-pesan utama dalam Q.S. al-Hujurat/49:
10 dan 12 serta hadits terkait.
Mengidentifikasi hukum bacaan (tajwid) Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12.
Menterjemahkan dalam Q.S. al-Hujurat/49:
10 dan 12 serta hadits terkait.
Menganalisis asbabun nuzul Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12.
Menganalisis makna Q.S. al-Hujurat/49: 10
dan 12 serta hadits terkait.
Mengidentifikasi Manfaat kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan) dan persaudaraan (ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S. al-Hujurat/49: 10
dan 12, serta hadis terkaitsesuai dengan pesan Q.S. al-Hujurat/49: 10
dan 12, serta hadis terkait
Menyimpulkan hukum bacaan yang terdapat dalam Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12.
Menyimpulkan makna Q.S. al-Hujurat/49: 10
dan 12 serta hadits terkait.
Menyimpulkan pesan-pesan utama dalam Q.S. al-Hujurat/49:
10 dan 12 serta hadits terkait.
Mengaitkan antara kualitas keimanan dengan kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12, serta hadis terkait.
Mendemonstrasikan bacaan Q.S. al-Hujurat/49: 10
dan 12, sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf.
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al-Hujurat/49: 10
dan 12 dengan fasih dan lancar.
Menjelaskan hukum bacaan yang terdapat pada Q.S. al-Hujurat/49:
10 dan 12.
Menjelaskan makna Q.S. al-Hujurat/49: 10
dan 12 serta hadits terkait.
Menjelaskan pesan-pesan utama dalam Q.S. al-Hujurat/49:
10 dan 12 serta hadits terkait
Menjelaskan keterkaitan antara kualitas keimanan dengan kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S. al-Hujurat/49: 10
dan 12, serta hadis terkait.
|
|
2.1 Menunjukkan perilaku kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah) sebagai implementasi perintah Q.S. al- Hujurat/49: 10 dan 12 serta
Hadis terkait.
|
|
3.1 Menganalisis Q.S. al-Hujurat/49:
10 dan 12 serta Hadis tentang
kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah).
|
|
4.1.1Membaca Q.S. al-Hujurat/49:
10 dan 12, sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf
4.1.2
Mendemonstrasikan hafalan
Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 dengan
fasih dan lancar.
4.1.3
Menyajikan hubungan antara kualitas keimanan dengan kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12, serta
Hadis terkait.
|
|
1.2 Meyakini bahwa pergaulan bebas dan zina adalah dilarang
agama.
|
Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta
hadis tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina
|
Menyimak bacaan Q.S. al-Isra’/17: 32,
dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis
tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
Membaca Q.S.
al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang
larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
Mencermati makna Q.S. al-Isra’/17: 32, dan
Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis
tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
Menanyakan cara membaca, hukum tajwid, asbabun nuzul, makna, dan pesan-pesan utama dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2. serta hadits terkait.
Mendiskusikan cara membaca Q.S. al-Isra’/17:
32, dan Q.S. an-Nur/24: 2sesuai dengan kaidah tajwid;
Mengidentifikasi hukum bacaan (tajwid) Q.S.
al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
Menterjemahkan dalam Q.S. al-Isra’/17:
32, dan Q.S. an-Nur/24: 2serta hadits terkait.
Menganalisis asbabun nuzul Q.S. al-Isra’/17:
32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
Menganalisis makna Q.S. al-Isra’/17: 32, dan
Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadits
terkait.
Mengidentifikasi manfaat larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
Menyimpulkan hukum bacaan yang terdapat dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
Menyimpulkan makna Q.S. al-Isra’/17: 32, dan
Q.S. an-Nur/24: 2serta hadits terkait.
Menyimpulkan pesan-pesan utama dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S.
an-Nur/24: 2serta hadits terkait.
Menganalisis keterkaitan antara larangan berzina dengan berbagai kekejian (fahisyah) yang ditimbulkannya dan perangai
yang buruk (saa-a sabila) sesuai pesan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadis terkait.
Mendemonstrasikan bacaan Q.S. al-Isra’/17: 32,
dan Q.S. an-Nur/24: 2, sesuai dengan
kaidah tajwid dan makharijul
huruf.
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al-Isra’/17: 32,
dan Q.S. an-Nur/24: 2dengan fasih dan lancar.
Menjelaskan hukum bacaan yang terdapat pada Q.S. al-Isra’/17:
32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
Menjelaskan makna Q.S. al-Isra’/17: 32, dan
Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadits
terkait.
Menjelaskan pesan-pesan utama dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S.
an-Nur/24: 2 serta hadits
terkait
Menyajikan keterkaitan antara larangan berzina dengan berbagai kekejian (fahisyah) yang ditimbulkannya dan perangai
yang buruk (saa-a sabila) sesuai pesan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadis terkait
|
|
2.2 Menghindarkan diri dari pergaulan bebas dan perbuatan zina sebagai pengamalan Q.S. al-Isra’/17:
32, dan Q.S. an-Nur /24: 2, serta Hadis terkait.
|
|
3.2 Menganalisis Q.S. al-Isra’/17:
32, dan Q.S. an-Nur/24 : 2, serta
Hadis tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
|
|
|
4.2.1
Membaca Q.S. al-Isra’/17:
32, dan Q.S. an-Nur/24:2 sesuai dengan
kaidah tajwid dan makharijul
huruf.
4.2.2
Mendemonstrasikan hafalan
Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24:2 dengan fasihdan lancar.
4.2.3
Menyajikan keterkaitan antara larangan berzina dengan berbagai kekejian (fahisyah) yang ditimbulkannya
dan perangai yang buruk (saa-a sabila) sesuai pesan Q.S. al-Isra’/17: 32 dan Q.S. an-Nur/24:2.
|
|
1.3 Meyakini bahwa Allah Maha Mulia, Maha
Mengamankan, Maha Memelihara, Maha Sempurna Kekuatan-Nya, Maha Penghimpun, Maha Adil, dan Maha Akhir
|
Iman
kepada Allah SWT (Asmaul Husn: al-Kariim,
al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir)
|
Membaca teks al-Asma al- Husna (al-Kariim,
al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin,
al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir).
Memberi
stimulus agar peserta didik
bertanya) :
Mengapa
Allah memiliki nama yang begitu banyak?
Bagaimana kaitan antara nama-nama tersebut dengan sifat-sifat Allah.
Apa yang
harus dilakukan oleh umat Islam terkait nama-nama Allah yang indah itu?
Meyimak penjelasan materi di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
Menganalisis makna al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl,
dan al-Akhiir bagi Allah.
Mendiskusikan makna dan contoh perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian,
pemberi rasa aman, tawakal dan perilaku adil sebagai implementasi dari pemahaman makna Asmaul Husna (al-Kariim,
al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin,
al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir)
Mengaitkan makna al-Asma al-Husna al-Kariim,
al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin,
al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir dengan sifat-sifat Allah.
Mempresentasikan pelafalan al-Kariim, al-Mu’min,
al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl,
dan al-Akhiir.
Mempresentasikan makna al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl,
dan al-Akhiir.
Mempresentasikan keterkaitan makna al-Asma
al-Husna: al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl,
dan al-Akhiir dengan perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian,
rasa aman, tawakal dan perilaku adil.
|
|
2.3 Memiliki sikap keluhuran budi; kokoh pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan adil sebagai implementasi pemahaman al-Asmau al-Husna:
Al-Karim, Al-Mu’min, Al-Wakil, Al- Matin, Al-Jami’, Al-‘Adl, dan Al-Akhir
|
|
3.3 Menganalisis makna al-Asma’u al-Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin,
al-Jami’, al-‘Adl, dan
al-Akhir
|
|
4.3 Menyajikan hubungan makna- makna al-Asma’u al-Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin,
al-Jami’, al-‘Adl, dan
al-Akhir dengan perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, rasa aman, tawakal dan perilaku adil
|
|
1.4 Meyakini keberadaan malaikat-malaikat Allah Swt.
|
Iman kepada Malaikat
|
Mencermati bacaan teks tentang
makna dan contoh perilaku beriman kepada malaikat-malaikat Allah
Swt.
Menyimak penjelasan materi di atas melalui tutorial, tayangan vidio atau media lainnya.
Memberi
stimulus agar peserta didik
bertanya:
Mengapa kita harus beriman kepada malaikat?
Mengapa malaikat yang wajib diketahui ada sepuluh?
Apa yang
harus dilakukan oleh
orang yang beriman kepada
malaikat?
Peserta didik mengidentifikasi ayat-ayat al-Quran yang mengungkapkan
nama-nama dan tugas malaikat.
Peserta didik mendiskusikan makna dan contoh perilaku beriman kepada Malaikat sebagaimana disebutkan dalam al-Quran.
Membuat kesimpulan tentang makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah
Swt.
Mengaitkan antara beriman kepada malaikat Allah Swt. dengan perilaku
teliti, disiplin, dan waspada.
Menyebutkan ayat-ayat al-Quran yang mengungkapkan
nama-nama malaikat.
Membacakan kesimpulan tentang makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah
Swt.
Menjelaskan keterkaitan antara beriman kepada malaikat Allah Swt. dengan perilaku teliti, disiplin, dan waspada.
|
|
2.4 Menunjukkan sikap disiplin, jujur dan bertanggung jawab, sebagai implementasi beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.
|
|
3.4 Menganalisis makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.
|
|
4.4 Menyajikan hubungan antara beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt. dengan perilaku
teliti, disiplin, dan waspada.
|
|
1.5 Terbiasa berpakaian sesuai dengan syariat Islam
|
Berpakaian secara
Islami
|
Mencermati bacaan teks tentang
berpakaian secara islami
Mencermati
model-model berpakain secara
islami melalui tutorial, tayangan vidio atau media lainnya.
Mengemukakan pertanyaan tentang:
Bagaimana berpakaian secara islami?
Mengapa kita harus berpakaian
secara islami?
Mengidentifikasi tata
cara berpakaian sesuai syariat Islam.
Mengidentifikasi tujuan berpakaian menurut syariat Islam
Mengidentifikasi manfaat berpakaian menurut syariat Islam
Mengidentifikasi landasan hukum berpakaian menurut syariat Islam.
Mengaitkan antara kesesuaian model berpakaian dengan ketentuan syariat Islam.
Mengaitkan ketentuan berpakaian menurut syariat islam dengan hikmah yang diperoleh individu, keluarga, dan masyarakat.
Mempresentasikan /menyampaikan hasil diskusi tentang berpakaian menurut syariat Islam.
|
|
2.5 Menunjukkan perilaku berpakaian sesuai dengan syariat Islam
|
|
3.5 Menganalisis ketentuan berpakaian sesuai syariat Islam
|
|
4.5 Menyajikan keutamaan tatacara berpakaian sesuai syariat Islam
|
|
1.6 Meyakini bahwa jujur adalah ajaran pokok agama
|
Perilaku jujur
|
Mengamati tayangan video tentang perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat.
Menyimak dan membaca penjelasan mengenai perilaku jujur dalam kehidupan
sehari-hari yang berkembang
di masyarakat.
Mengajukan pertanyaan tentang perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat.
Menelaah perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakatMenyimpulkan hikmah perilaku
jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat.
Mengaitkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat dengan keimanan.
Membuat rumusan perilaku jujur berdasarkan al-Quran dan
Hadis
Mengidentifikasi perilaku jujur dengan kehidupan sehari-hari.
Menyajikan/melaporkan hasil diskusi tentang perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat.
Menjelaskan keterkaitan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat dengan keimanan.
Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonformasi, dan
menyanggah).
Membuat
resume pembelajaran di bawah
bimbingan guru.
|
|
2.6 Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan
sehari-hari
|
|
3.6 Menganalisis manfaat kejujuran dalam kehidupan sehari-hari
|
|
4.6 Menyajikan kaitan antara contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari dengan keimanan
|
|
1.7 Meyakini bahwa menuntut ilmu adalah perintah Allah dan
Rasul-Nya.
|
Semangat menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada sesama
|
Mencermati bacaan teks tentang
Q.S. at-Taubah (9) : 122
dan hadits terkait tentang semangat menuntut ilmu, menerapkan dan menyampaikan nya kepada sesama
Meyimak penjelasan materi di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
Memberi
stimulus agar peserta didik
bertanya):
Mengapa harus menuntut ilmu?
Bagaimana cara menyampaikan ilmu kepada sesama?
Peserta didik mendiskusikan makna dan contoh semangat menuntut ilmu, menerapkan dan menyampaikannya kepada sesama sebagai implementasi pemahaman kandungan Q.S. at-Taubah
(9): 122 dan hadits terkait.
Guru mengamati
perilaku contoh semangat menuntut ilmu, menerapkan dan menyaampaikannya kepada sesama melalui lembar pengamatan di sekolah.
Guru berkolaborasi
dengan orang tua untuk mengamati perilaku semangat menuntut ilmu, menerapkan dan menyaampaikannya
kepada sesama di rumah.
Membuat kesimpulan tentang semangat menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada sesama.
Mempresentasikan /menyampaikan hasil diskusi tentang semangat menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada sesama.
|
|
2.7 Memiliki sikap semangat keilmuan sebagai implementasi pemahaman Q.S. at-Taubah/9: 122
dan Hadis terkait.
|
|
3.7 Menganalisis semangat menuntut ilmu, menerapkan, dan menyampaikannya
kepada sesama.
|
|
4.7 Menyajikan kaitan antara kewajiban menuntut ilmu, dengan kewajiban membela agama sesuai perintah Q.S. at-Taubah/9: 122
Adan Hadis terkait.
|
|
1.8 Meyakini al-Qur’an, Hadis dan ijtihad sebagai
sumber hukum Islam
|
Sumber Hukum Islam
|
Mencermati bacaan teks tentangkedudukan
al-Quran, al-Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam
Meyimak penjelasan materi tersebut di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
memberi
stimulus agar peserta didik
bertanya):
Mengapa al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam ?
Apa yang
anda pahami tenang al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad ?
Peserta didik mendiskusikan makna al-Qur’an, Hadits, dan
Ijtihad sebagai sumber hukum Islam
Guru mengamati
perilaku berpegang teguh kepada al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam
Guru berkolaborasi
dengan orang tua untuk mengamati perilaku berpegang teguh kepada al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad di rumah.
Menalar/Mengasosiasi
Membuat kesimpulan tentang sumber hukum Islam.
Mempresentasikan/ menyampaikan hasil diskusi tentang sumber hukum Islam.
|
|
2.8 Menunjukkan perilaku ikhlas dan taat beribadah sebagai implemantasi pemahaman terhadap kedudukan al-Qur’an,
Hadis, dan ijtihad sebagai sumber
hukum Islam
|
|
3.8 Menganalisis kedudukan
al-Qur’an, Hadis, dan ijtihad sebagai sumber hukum Islam
|
|
4.8 Mendeskripsikan macam-macam sumber hukum Islam
|
|
1.9 Meyakini bahwa haji, zakat dan wakaf adalah perintah Allah dapat memberi kemaslahatan bagi individu dan masyarakat.
|
Pengelolaan haji, zakat dan wakaf
|
Mencermati bacaan teks tentang
pengertian, ketentuan dan
hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan haji, zakat
dan wakaf.
Meyimak penjelasan materi di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
Memberi
stimulus agar peserta didik
bertanya:
Mengapa
haji, zakat dan wakaf harus
dikelola?
Bagaimana cara mengelola haji, zakat dan wakaf?
Peserta didik mendiskusikan makna dan ketentuan haji, zakat
dan wakaf serta pengeloalaannya.
Membuat kesimpulan materi pengelolaan haji, zakat dan wakaf.
Mempresentasikan/ menyampaikan hasil diskusi tentang materi pengelolaan wakaf.
|
|
2.9 Menunjukkan kepedulian sosial sebagai hikmah dari perintah haji, zakat, dan wakaf.
|
|
3.9 Menganalisis hikmah ibadah haji, zakat, dan wakaf bagi individu
dan masyarakat.
|
|
4.9 Menyimulasikan ibadah haji, zakat, dan wakaf
|
|
1.10 Meyakini kebenaran dakwah Nabi Muhammad saw di Makkah.
|
Meneladani Perjuangan Rasulullah saw. di Mekah
|
Mencermati bacaan teks tentang
substansi dan strategi dakwah
Rasullullah saw.
Meyimak penjelasan materi tersebut di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
Memberi
stimulus agar peserta didik
bertanya)
Apa substansi dakwah Rasulullah di Mekah?
Apa
strategi dakwah Rasulullah
di Mekah?
Peserta didik mendiskusikan substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Mekah.
Guru mengamati
perilaku tangguh dan semangat menegakkan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.
Guru berkolaborasi
dengan orang tua untuk mengamati perilaku tangguh dan semangat menegakkan kebenaran dalam kehidupan sehari-haridi rumah.
Membuat kesimpulan tentang substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Mekah.
Mempresentasikan /menyampaikan hasil diskusi tentang substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Mekah.
|
|
2.10 Bersikap tangguh dan rela berkorban menegakkan kebenaran sebagai ’ibrah dari sejarah strategi dakwah Nabi di Makkah.
|
|
3.10 Menganalisis substansi,
strategi, dan penyebab keberhasilan
dakwah Nabi Muhammad saw di Makkah.
|
|
4.10 Menyajikan keterkaitan antara substansi dan strategi dengan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw di Makkah
|
|
1.11 Meyakini kebenaran dakwah Nabi Muhammad saw di Madinah.
|
Meneladani Perjuangan Rasulullah saw. di Madinah
|
Mencermati bacaan teks tentang
substansi dan strategi dakwah
Rasullullah saw. di Madinah
Meyimak penjelasan materi tersebut di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
Memberi
stimulus agar peserta didik
bertanya)
Apa substansi dakwah Rasulullah di Madinah?
Apa
strategi dakwah Rasulullah
di Madinah?
Peserta didik mendiskusikan substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Madinah.
Guru mengamati
perilaku semangat ukhuwah sebagai implementasi dari pemahaman strategi dakwah Rasulullah saw. di Madinah.
Guru berkolaborasi
dengan orang tua untuk mengamati perilaku semangat ukhuwah sebagai implementasi dari pemahaman strategi dakwah Rasulullah saw. di Madinah.
Membuat kesimpulan materi substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Madinah.
Mempresentasikan /menyampaikan hasil diskusi tentang materi substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di
Madinah.
|
|
2.11 Menunjukkan sikap semangat ukhuwah dan kerukunan sebagai ibrah dari sejarah
strategi dakwah Nabi di Madinah.
|
|
3.11 Menganalisis substansi,
strategi, dan keberhasilan dakwah
Nabi Muhammad saw di Madinah.
|
|
4.11 Menyajikan keterkaitan antara substansi dan strategi dengan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw di Madinah
|